~Gantikan bayangnya dengan bayangku saat kumemelukmu
Gantikan wajahnya dengan wajahku
Dan hatimu, isi dengan cinta yang tetap ada di antara kita~
Dan aku pun tersadar...
Tersadar kembali bahwa aku memiliki cintamu
1110
Sunday, October 11, 2009
Saturday, October 3, 2009
You
In life, we have ups and downs
Hills to climb, valleys to pass, roads to cross, rivers to follow, seas to conquer
Before I met you,
I just climbed hills,
pass valleys, crossed roads, follow the stream and conquer my seas...
without feelings, without having the willingness, without the urge to survive, without destination...
Knowing you, changed all of those...
I know the hills I have to climb, I can enjoy the valleys I pass, I can see the clear water of the rivers and feel the coldness and sametime the warmth it brings, I can control my ship better when I'm at my sea...
I could do these things, just by seeing you, loving you and knowing that you always try to be true to yourself and give your best
I know how lucky I am to have you in my life
You taught me to how to climb the hills without getting tired,
how to appreciate every views in the valleys I see,
how to follow the flow of the river without getting lost and dragged,
and you taught me how to be a good navigator
You are the many colors in me,
you are the light in the dark for me
you are my brickwall which I can lean on
you are the warmth for me in the coldest nights
~I love you just the way you are...always~
041009
Hills to climb, valleys to pass, roads to cross, rivers to follow, seas to conquer
Before I met you,
I just climbed hills,
pass valleys, crossed roads, follow the stream and conquer my seas...
without feelings, without having the willingness, without the urge to survive, without destination...
Knowing you, changed all of those...
I know the hills I have to climb, I can enjoy the valleys I pass, I can see the clear water of the rivers and feel the coldness and sametime the warmth it brings, I can control my ship better when I'm at my sea...
I could do these things, just by seeing you, loving you and knowing that you always try to be true to yourself and give your best
I know how lucky I am to have you in my life
You taught me to how to climb the hills without getting tired,
how to appreciate every views in the valleys I see,
how to follow the flow of the river without getting lost and dragged,
and you taught me how to be a good navigator
You are the many colors in me,
you are the light in the dark for me
you are my brickwall which I can lean on
you are the warmth for me in the coldest nights
~I love you just the way you are...always~
041009
Sunday, September 20, 2009
SAJAK DI UJUNG RAMADHAN
Sebab, kita tak pernah rajin menghitung segala khilaf kita
seperti kita rajin membicarakan kekurangan orang lain di belakang mereka
Sebab, kita tak pernah sudi menghitung segala kebohongan kita
seperti kita sudi menyakiti hati saudara, teman, orang di sekitar kita
Sebab kita tak pernah ingin menghitung segala lalai kita
seperti kita ingin selalu lebih segalanya dari siapa saja
Ramadhan datang,
adakah hati terketuk memperbaikinya?
atau tetap saja kita masih seperti sedia kala
Ramadhan datang,
apakah telah terbersit niat menjadi lebih mulia?
atau malah bertambah kelam dosa yang kita balur ke hati kita
dan sekarang...
Bulan yang lebih dari seribu bulan itu melangkah meninggalkan kita
akankah kita manangisinya dan menyesal karena tiada berlimpah amal kita?
atau akankah kita bergembira karena telah menjelma menjadi takwa?
Mengharu biru hati ini ketika tiba di ujung Ramadhan
masih belum cukup waktu untuk menikmati khusu' shalat malam dan meraup berkah-Nya
dan sadar ada banyak dosa yang belum dicuci bersih dengan shaum dan doa
ah, andai saja setiap hari adalah Ramadhan
(masih banyak hitam yang belum kubasuh dengan tarawih dan taubat, sementara diri tidak yakin mampu menjemput Ramadhan depan)
Menangis dan meratap jiwa ketika tiba di ujung Ramadhan
takut bila tak dapat lagi bersua dengan tarawih, sahur dan berbuka nikmat-Nya
dan mengambil manfaat dari rasa lapar, dahaga dan menahan syahwat juga murka
ah, andai saja setiap malam adalah Ramadhan
(masih banyak noda yang belum kukikis dengan iktikaf dan istighfar, sementara diri semakin rapuh dan menua)
-dalam derai air mata aku berdoa-
YA RABB,
hamba bersujud di ujung Ramadhan-Mu
menangis sejadi-jadinya dalam setiap raka'at terakhir shalat hamba
ampuni hamba, YA ALLAH
ampuni semua dosa hamba yang lemah tak berdaya
hamba takut setakut-takutnya
jika tak Kau perkenankan hamba bertemu Ramadhan depan
jika tak Kau izinkan hamba menyelami lautan kenikmatan Ramadhan
YA RABB,
ampuni hamba.
ampuni hamba.
ampuni hamba.
YA RABB,
dengan bersila hamba panjatkan doa
dengan sedu dan mata berkaca-kaca dan bibir yang bergetar penuh pinta
kabulkan doa ini, YA ALLAH
kabulkan semua keinginan hamba yang teramat banyak dan manja
hamba ingin diampuni juga oleh orang-orang yang telah hamba dzalimi
orang-orang yang telah hamba sakiti
orang-orang yang telah hamba jahati
orang-orang yang telah hamba kasari
orang-orang yang telah hamba bohongi
orang-orang yang telah hamba khianati
ibu, ayah, saudara, anak dan istri
juga teman sejawat, karib kerabat
kawan dan sahabat
bahkan oleh musuh-musuh hamba
bukakan hati mereka agar dapat memaafkan segala kesalahan hamba
sebagaimana hamba telah menghapuskan segala dendam dan amarah kepada mereka
YA RABB,
hamba tak pantas mengharapkan surga untuk secuil amalan di bulan Ramadhan ini
tapi hamba tak malu meminta kepada Engkau Yang Maha Pemurah
pertemukan hamba dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya, YA RABB
agar hamba selalu dapat mengejar takwa
agar suatu ketika kelak, hamba dapat mencium tangan Rasul Muhammad
memeluknya, menatap seri wajahnya, dan menjadi jamaah shalatnya.
rindu ini begitu besar kepada manusia yang paling Engkau cinta itu, YA ALLAH
kabulkanlah...
kabulkanlah...
kabulkanlah...
(lantas jiwa merintih, tersedu sejadi-jadinya)
Mengapa telah tiba ujung Ramadhan?
Akankah manusia lemah ini diperkenankan menemuinya di lain masa?
(menangislah hati, dan nurani ditikam ketakutan teramat besar akan seberapa panjang usia)
Pontianak, Penghujung Ramadhan 1430 H.
Buat saudara dan sahabatku semua, "Mohon sudilah kiranya memaafkan segala khilafku... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H., Mohon Maaf Lahir dan Bathin... Mohon ikhlas segala perbuatanku... Semoga kita semua meraih kemenangan dan dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya... Amiiin..."
seperti kita rajin membicarakan kekurangan orang lain di belakang mereka
Sebab, kita tak pernah sudi menghitung segala kebohongan kita
seperti kita sudi menyakiti hati saudara, teman, orang di sekitar kita
Sebab kita tak pernah ingin menghitung segala lalai kita
seperti kita ingin selalu lebih segalanya dari siapa saja
Ramadhan datang,
adakah hati terketuk memperbaikinya?
atau tetap saja kita masih seperti sedia kala
Ramadhan datang,
apakah telah terbersit niat menjadi lebih mulia?
atau malah bertambah kelam dosa yang kita balur ke hati kita
dan sekarang...
Bulan yang lebih dari seribu bulan itu melangkah meninggalkan kita
akankah kita manangisinya dan menyesal karena tiada berlimpah amal kita?
atau akankah kita bergembira karena telah menjelma menjadi takwa?
Mengharu biru hati ini ketika tiba di ujung Ramadhan
masih belum cukup waktu untuk menikmati khusu' shalat malam dan meraup berkah-Nya
dan sadar ada banyak dosa yang belum dicuci bersih dengan shaum dan doa
ah, andai saja setiap hari adalah Ramadhan
(masih banyak hitam yang belum kubasuh dengan tarawih dan taubat, sementara diri tidak yakin mampu menjemput Ramadhan depan)
Menangis dan meratap jiwa ketika tiba di ujung Ramadhan
takut bila tak dapat lagi bersua dengan tarawih, sahur dan berbuka nikmat-Nya
dan mengambil manfaat dari rasa lapar, dahaga dan menahan syahwat juga murka
ah, andai saja setiap malam adalah Ramadhan
(masih banyak noda yang belum kukikis dengan iktikaf dan istighfar, sementara diri semakin rapuh dan menua)
-dalam derai air mata aku berdoa-
YA RABB,
hamba bersujud di ujung Ramadhan-Mu
menangis sejadi-jadinya dalam setiap raka'at terakhir shalat hamba
ampuni hamba, YA ALLAH
ampuni semua dosa hamba yang lemah tak berdaya
hamba takut setakut-takutnya
jika tak Kau perkenankan hamba bertemu Ramadhan depan
jika tak Kau izinkan hamba menyelami lautan kenikmatan Ramadhan
YA RABB,
ampuni hamba.
ampuni hamba.
ampuni hamba.
YA RABB,
dengan bersila hamba panjatkan doa
dengan sedu dan mata berkaca-kaca dan bibir yang bergetar penuh pinta
kabulkan doa ini, YA ALLAH
kabulkan semua keinginan hamba yang teramat banyak dan manja
hamba ingin diampuni juga oleh orang-orang yang telah hamba dzalimi
orang-orang yang telah hamba sakiti
orang-orang yang telah hamba jahati
orang-orang yang telah hamba kasari
orang-orang yang telah hamba bohongi
orang-orang yang telah hamba khianati
ibu, ayah, saudara, anak dan istri
juga teman sejawat, karib kerabat
kawan dan sahabat
bahkan oleh musuh-musuh hamba
bukakan hati mereka agar dapat memaafkan segala kesalahan hamba
sebagaimana hamba telah menghapuskan segala dendam dan amarah kepada mereka
YA RABB,
hamba tak pantas mengharapkan surga untuk secuil amalan di bulan Ramadhan ini
tapi hamba tak malu meminta kepada Engkau Yang Maha Pemurah
pertemukan hamba dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya, YA RABB
agar hamba selalu dapat mengejar takwa
agar suatu ketika kelak, hamba dapat mencium tangan Rasul Muhammad
memeluknya, menatap seri wajahnya, dan menjadi jamaah shalatnya.
rindu ini begitu besar kepada manusia yang paling Engkau cinta itu, YA ALLAH
kabulkanlah...
kabulkanlah...
kabulkanlah...
(lantas jiwa merintih, tersedu sejadi-jadinya)
Mengapa telah tiba ujung Ramadhan?
Akankah manusia lemah ini diperkenankan menemuinya di lain masa?
(menangislah hati, dan nurani ditikam ketakutan teramat besar akan seberapa panjang usia)
Pontianak, Penghujung Ramadhan 1430 H.
Buat saudara dan sahabatku semua, "Mohon sudilah kiranya memaafkan segala khilafku... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H., Mohon Maaf Lahir dan Bathin... Mohon ikhlas segala perbuatanku... Semoga kita semua meraih kemenangan dan dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya... Amiiin..."
Tuesday, August 18, 2009
wajah asa
Kutemui wajah asa
Penuh harap dan doa
Namun Sang Waktu
Menentukan lain
Tetap tersungging senyum
Di wajah asa
Masih juga dengan harap dan doa
Menanti Sang Waktu
Memberikan dambanya
...dan sampai saatnya nanti
Dia akan selalu setia dengan cintanya
~embracing the effort for trying to give the best, and I love you for that~
1908
Penuh harap dan doa
Namun Sang Waktu
Menentukan lain
Tetap tersungging senyum
Di wajah asa
Masih juga dengan harap dan doa
Menanti Sang Waktu
Memberikan dambanya
...dan sampai saatnya nanti
Dia akan selalu setia dengan cintanya
~embracing the effort for trying to give the best, and I love you for that~
1908
Sunday, August 9, 2009
Tak ingin lebih
Kudapatkan cintamu
Kudapatkan kepercayaanmu
Kudapatkan hatimu
Tiada yang lebih indah,
Saat kutahu bahwa cintamu untukku
Tiada yang lebih membahagiakan, saat kutahu kau percayakan segalanya padaku
Tak ingin lebih, karena kita sudah saling memiliki dan mengisi
~I love you more each day for being true to yourself and for always being you~
1008
Kudapatkan kepercayaanmu
Kudapatkan hatimu
Tiada yang lebih indah,
Saat kutahu bahwa cintamu untukku
Tiada yang lebih membahagiakan, saat kutahu kau percayakan segalanya padaku
Tak ingin lebih, karena kita sudah saling memiliki dan mengisi
~I love you more each day for being true to yourself and for always being you~
1008
Saturday, August 1, 2009
makin aku...
Tiada hariku terlewati tanpa kehadiranmu
Tiada pagiku sunyi tanpa sapamu
Dan tiada malamku sepi tanpa ucapan selamat tidur darimu
Kehadiranmu sudah bagaikan udara yang kuhirup untuk memenuhi paruku
Cintamu bagaikan angin yang selalu membelaiku
Cinta, makin kutenggelam dalam pesonamu
Makin terpesona pada warna dalam pelangi hidupku
~cinta, terimakasih~
0208
Tiada pagiku sunyi tanpa sapamu
Dan tiada malamku sepi tanpa ucapan selamat tidur darimu
Kehadiranmu sudah bagaikan udara yang kuhirup untuk memenuhi paruku
Cintamu bagaikan angin yang selalu membelaiku
Cinta, makin kutenggelam dalam pesonamu
Makin terpesona pada warna dalam pelangi hidupku
~cinta, terimakasih~
0208
Tuesday, July 14, 2009
tak ada kata
tak perlu ada alasan untuk mencintaimu,
tak akan ada kata yang dapat kupakai untuk menggambarkan alasan mengapa aku mencintaimu
Yang kutahu pasti: Aku mencintaimu
1407
tak akan ada kata yang dapat kupakai untuk menggambarkan alasan mengapa aku mencintaimu
Yang kutahu pasti: Aku mencintaimu
1407
Subscribe to:
Posts (Atom)