Sunday, September 20, 2009

SAJAK DI UJUNG RAMADHAN

Sebab, kita tak pernah rajin menghitung segala khilaf kita
seperti kita rajin membicarakan kekurangan orang lain di belakang mereka
Sebab, kita tak pernah sudi menghitung segala kebohongan kita
seperti kita sudi menyakiti hati saudara, teman, orang di sekitar kita
Sebab kita tak pernah ingin menghitung segala lalai kita
seperti kita ingin selalu lebih segalanya dari siapa saja

Ramadhan datang,
adakah hati terketuk memperbaikinya?
atau tetap saja kita masih seperti sedia kala

Ramadhan datang,
apakah telah terbersit niat menjadi lebih mulia?
atau malah bertambah kelam dosa yang kita balur ke hati kita

dan sekarang...
Bulan yang lebih dari seribu bulan itu melangkah meninggalkan kita
akankah kita manangisinya dan menyesal karena tiada berlimpah amal kita?
atau akankah kita bergembira karena telah menjelma menjadi takwa?

Mengharu biru hati ini ketika tiba di ujung Ramadhan
masih belum cukup waktu untuk menikmati khusu' shalat malam dan meraup berkah-Nya
dan sadar ada banyak dosa yang belum dicuci bersih dengan shaum dan doa
ah, andai saja setiap hari adalah Ramadhan
(masih banyak hitam yang belum kubasuh dengan tarawih dan taubat, sementara diri tidak yakin mampu menjemput Ramadhan depan)

Menangis dan meratap jiwa ketika tiba di ujung Ramadhan
takut bila tak dapat lagi bersua dengan tarawih, sahur dan berbuka nikmat-Nya
dan mengambil manfaat dari rasa lapar, dahaga dan menahan syahwat juga murka
ah, andai saja setiap malam adalah Ramadhan
(masih banyak noda yang belum kukikis dengan iktikaf dan istighfar, sementara diri semakin rapuh dan menua)


-dalam derai air mata aku berdoa-
YA RABB,
hamba bersujud di ujung Ramadhan-Mu
menangis sejadi-jadinya dalam setiap raka'at terakhir shalat hamba
ampuni hamba, YA ALLAH
ampuni semua dosa hamba yang lemah tak berdaya
hamba takut setakut-takutnya
jika tak Kau perkenankan hamba bertemu Ramadhan depan
jika tak Kau izinkan hamba menyelami lautan kenikmatan Ramadhan
YA RABB,
ampuni hamba.
ampuni hamba.
ampuni hamba.

YA RABB,
dengan bersila hamba panjatkan doa
dengan sedu dan mata berkaca-kaca dan bibir yang bergetar penuh pinta
kabulkan doa ini, YA ALLAH
kabulkan semua keinginan hamba yang teramat banyak dan manja
hamba ingin diampuni juga oleh orang-orang yang telah hamba dzalimi
orang-orang yang telah hamba sakiti
orang-orang yang telah hamba jahati
orang-orang yang telah hamba kasari
orang-orang yang telah hamba bohongi
orang-orang yang telah hamba khianati
ibu, ayah, saudara, anak dan istri
juga teman sejawat, karib kerabat
kawan dan sahabat
bahkan oleh musuh-musuh hamba
bukakan hati mereka agar dapat memaafkan segala kesalahan hamba
sebagaimana hamba telah menghapuskan segala dendam dan amarah kepada mereka

YA RABB,
hamba tak pantas mengharapkan surga untuk secuil amalan di bulan Ramadhan ini
tapi hamba tak malu meminta kepada Engkau Yang Maha Pemurah
pertemukan hamba dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya, YA RABB
agar hamba selalu dapat mengejar takwa
agar suatu ketika kelak, hamba dapat mencium tangan Rasul Muhammad
memeluknya, menatap seri wajahnya, dan menjadi jamaah shalatnya.
rindu ini begitu besar kepada manusia yang paling Engkau cinta itu, YA ALLAH
kabulkanlah...
kabulkanlah...
kabulkanlah...

(lantas jiwa merintih, tersedu sejadi-jadinya)
Mengapa telah tiba ujung Ramadhan?
Akankah manusia lemah ini diperkenankan menemuinya di lain masa?

(menangislah hati, dan nurani ditikam ketakutan teramat besar akan seberapa panjang usia)

Pontianak, Penghujung Ramadhan 1430 H.
Buat saudara dan sahabatku semua, "Mohon sudilah kiranya memaafkan segala khilafku... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H., Mohon Maaf Lahir dan Bathin... Mohon ikhlas segala perbuatanku... Semoga kita semua meraih kemenangan dan dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya... Amiiin..."

Tuesday, August 18, 2009

wajah asa

Kutemui wajah asa
Penuh harap dan doa
Namun Sang Waktu
Menentukan lain

Tetap tersungging senyum
Di wajah asa
Masih juga dengan harap dan doa
Menanti Sang Waktu
Memberikan dambanya

...dan sampai saatnya nanti
Dia akan selalu setia dengan cintanya

~embracing the effort for trying to give the best, and I love you for that~

1908

Sunday, August 9, 2009

Tak ingin lebih

Kudapatkan cintamu
Kudapatkan kepercayaanmu
Kudapatkan hatimu

Tiada yang lebih indah,
Saat kutahu bahwa cintamu untukku
Tiada yang lebih membahagiakan, saat kutahu kau percayakan segalanya padaku
Tak ingin lebih, karena kita sudah saling memiliki dan mengisi


~I love you more each day for being true to yourself and for always being you~

1008

Saturday, August 1, 2009

makin aku...

Tiada hariku terlewati tanpa kehadiranmu
Tiada pagiku sunyi tanpa sapamu
Dan tiada malamku sepi tanpa ucapan selamat tidur darimu

Kehadiranmu sudah bagaikan udara yang kuhirup untuk memenuhi paruku
Cintamu bagaikan angin yang selalu membelaiku

Cinta, makin kutenggelam dalam pesonamu
Makin terpesona pada warna dalam pelangi hidupku

~cinta, terimakasih~

0208

Tuesday, July 14, 2009

tak ada kata

tak perlu ada alasan untuk mencintaimu,

tak akan ada kata yang dapat kupakai untuk menggambarkan alasan mengapa aku mencintaimu

Yang kutahu pasti: Aku mencintaimu


1407

Wednesday, June 24, 2009

...and I give you my heart

Thank you for loving me
Thank you for letting me love you
Thank you for embracing my love
Thank you for holding my hands and walk me thru the dark times
Thank you for the tears we had
Thank you for each moment we have
Thank you for this love

And I give you my heart...

2506

Saturday, June 20, 2009

Muram

Ketika muram terlihat di wajahmu
Suram seketika hariku
Mendadak sontak pula aku tak tau apa yang harus kulakukan,
Selain diam, memberikan ruang, mengerti dan tetap berada di sisimu walau dalam keheningan dan kesunyian
Tiada cahayaku di saat kau bermuram

2106