Kabut menyelimuti pagiku
Perlahan tetes embun pagi terlihat di jendela
Tetap saja mata nanar menatap
Tertutup kabut airmataku
Cerahnya mentari terlihat di luar jendela
Namun tidak di hatiku, serasa awan hitam
: menggelayut pada sukma
Suara orang lalu lalang di sisiku
Tak terdengar telinga
Hanya gelegar sambaran petir terngiang
: saat kau ungkapkan kejadian
Sesak
Terhimpit
Mata memerah,
Pikiran membeku
Seluruh raga terkulai lemas tak berdaya
Sakit
Terkhianati
Rangkaian kejadian bermain di pelupuk mata
...........................
Dalam ketidakberdayaan
Teringat kembali kehangatan cinta
Mencintaimu adalah keputusanku
Bersamamu adalah keinginanku
Kini, bukan saatnya kukedepankan ego diri
Kata maaf yang berkali-kali terucap di bibirmu,
Mengetuk hati, menguatkan cinta, meluluhkan raga
: menerima dirimu apa adanya
: merajut kembali tali cinta yang sudah terbentuk
: memulai lembaran baru
Perlahan tapi pasti,
Kekuatan cinta memancarkan aura kebesarannya
: Menguatkan ikatan,
: Membelai dengan kelembutan
: menghancurkan ketidakberdayaan
: menjalin kepercayaan yang sempat tertoreh
CINTA
Sungguh kekuatan yang murni dariNYA
For 101109
1410