.....
Kata rindumu mencerahkan hariku
sungguh
310110
Saturday, January 30, 2010
Thursday, January 14, 2010
menguasai lautan
lautan membentang luas diantara
seperti nelayan dengan sampannya di tengah lautan
menerjang gelombang
berjuang mencapai tepian
memang...
jarak memisahkan kita
gigih mengayuh untuk menguasai lautan jarak itu
dan
kayuhan dayung yang dibalut cinta
membuat jarak seolah memendek
untuk menyampaikan kebahagiaan
memanjatkan untaian doa
dan menunjukkan kasih
hari ini
'kan selalu terpatri dalam ingatan dan hati
karena hari ini adalah harimu
cinta, bahagialah
capailah semua impian dan harapanmu
untuk menjadi yang lebih baik
seperti seorang nelayan yang akhirnya
dapat menguasai kejamnya gelombang
berhasil ketepian
cinta dan kasih ku 'kan menyertaimu
sampai di akhir tujuan..
150110
seperti nelayan dengan sampannya di tengah lautan
menerjang gelombang
berjuang mencapai tepian
memang...
jarak memisahkan kita
gigih mengayuh untuk menguasai lautan jarak itu
dan
kayuhan dayung yang dibalut cinta
membuat jarak seolah memendek
untuk menyampaikan kebahagiaan
memanjatkan untaian doa
dan menunjukkan kasih
hari ini
'kan selalu terpatri dalam ingatan dan hati
karena hari ini adalah harimu
cinta, bahagialah
capailah semua impian dan harapanmu
untuk menjadi yang lebih baik
seperti seorang nelayan yang akhirnya
dapat menguasai kejamnya gelombang
berhasil ketepian
cinta dan kasih ku 'kan menyertaimu
sampai di akhir tujuan..
150110
Saturday, January 9, 2010
the more i know
the more i know you...
the more i know
my decision to love you is right
~i love you for being you
~i love you for always trying
100110
the more i know
my decision to love you is right
~i love you for being you
~i love you for always trying
100110
Tuesday, October 13, 2009
Kekuatan Cinta
Kabut menyelimuti pagiku
Perlahan tetes embun pagi terlihat di jendela
Tetap saja mata nanar menatap
Tertutup kabut airmataku
Cerahnya mentari terlihat di luar jendela
Namun tidak di hatiku, serasa awan hitam
: menggelayut pada sukma
Suara orang lalu lalang di sisiku
Tak terdengar telinga
Hanya gelegar sambaran petir terngiang
: saat kau ungkapkan kejadian
Sesak
Terhimpit
Mata memerah,
Pikiran membeku
Seluruh raga terkulai lemas tak berdaya
Sakit
Terkhianati
Rangkaian kejadian bermain di pelupuk mata
...........................
Dalam ketidakberdayaan
Teringat kembali kehangatan cinta
Mencintaimu adalah keputusanku
Bersamamu adalah keinginanku
Kini, bukan saatnya kukedepankan ego diri
Kata maaf yang berkali-kali terucap di bibirmu,
Mengetuk hati, menguatkan cinta, meluluhkan raga
: menerima dirimu apa adanya
: merajut kembali tali cinta yang sudah terbentuk
: memulai lembaran baru
Perlahan tapi pasti,
Kekuatan cinta memancarkan aura kebesarannya
: Menguatkan ikatan,
: Membelai dengan kelembutan
: menghancurkan ketidakberdayaan
: menjalin kepercayaan yang sempat tertoreh
CINTA
Sungguh kekuatan yang murni dariNYA
For 101109
1410
Perlahan tetes embun pagi terlihat di jendela
Tetap saja mata nanar menatap
Tertutup kabut airmataku
Cerahnya mentari terlihat di luar jendela
Namun tidak di hatiku, serasa awan hitam
: menggelayut pada sukma
Suara orang lalu lalang di sisiku
Tak terdengar telinga
Hanya gelegar sambaran petir terngiang
: saat kau ungkapkan kejadian
Sesak
Terhimpit
Mata memerah,
Pikiran membeku
Seluruh raga terkulai lemas tak berdaya
Sakit
Terkhianati
Rangkaian kejadian bermain di pelupuk mata
...........................
Dalam ketidakberdayaan
Teringat kembali kehangatan cinta
Mencintaimu adalah keputusanku
Bersamamu adalah keinginanku
Kini, bukan saatnya kukedepankan ego diri
Kata maaf yang berkali-kali terucap di bibirmu,
Mengetuk hati, menguatkan cinta, meluluhkan raga
: menerima dirimu apa adanya
: merajut kembali tali cinta yang sudah terbentuk
: memulai lembaran baru
Perlahan tapi pasti,
Kekuatan cinta memancarkan aura kebesarannya
: Menguatkan ikatan,
: Membelai dengan kelembutan
: menghancurkan ketidakberdayaan
: menjalin kepercayaan yang sempat tertoreh
CINTA
Sungguh kekuatan yang murni dariNYA
For 101109
1410
Sunday, October 11, 2009
dan aku pun tersadar...
~Gantikan bayangnya dengan bayangku saat kumemelukmu
Gantikan wajahnya dengan wajahku
Dan hatimu, isi dengan cinta yang tetap ada di antara kita~
Dan aku pun tersadar...
Tersadar kembali bahwa aku memiliki cintamu
1110
Gantikan wajahnya dengan wajahku
Dan hatimu, isi dengan cinta yang tetap ada di antara kita~
Dan aku pun tersadar...
Tersadar kembali bahwa aku memiliki cintamu
1110
Saturday, October 3, 2009
You
In life, we have ups and downs
Hills to climb, valleys to pass, roads to cross, rivers to follow, seas to conquer
Before I met you,
I just climbed hills,
pass valleys, crossed roads, follow the stream and conquer my seas...
without feelings, without having the willingness, without the urge to survive, without destination...
Knowing you, changed all of those...
I know the hills I have to climb, I can enjoy the valleys I pass, I can see the clear water of the rivers and feel the coldness and sametime the warmth it brings, I can control my ship better when I'm at my sea...
I could do these things, just by seeing you, loving you and knowing that you always try to be true to yourself and give your best
I know how lucky I am to have you in my life
You taught me to how to climb the hills without getting tired,
how to appreciate every views in the valleys I see,
how to follow the flow of the river without getting lost and dragged,
and you taught me how to be a good navigator
You are the many colors in me,
you are the light in the dark for me
you are my brickwall which I can lean on
you are the warmth for me in the coldest nights
~I love you just the way you are...always~
041009
Hills to climb, valleys to pass, roads to cross, rivers to follow, seas to conquer
Before I met you,
I just climbed hills,
pass valleys, crossed roads, follow the stream and conquer my seas...
without feelings, without having the willingness, without the urge to survive, without destination...
Knowing you, changed all of those...
I know the hills I have to climb, I can enjoy the valleys I pass, I can see the clear water of the rivers and feel the coldness and sametime the warmth it brings, I can control my ship better when I'm at my sea...
I could do these things, just by seeing you, loving you and knowing that you always try to be true to yourself and give your best
I know how lucky I am to have you in my life
You taught me to how to climb the hills without getting tired,
how to appreciate every views in the valleys I see,
how to follow the flow of the river without getting lost and dragged,
and you taught me how to be a good navigator
You are the many colors in me,
you are the light in the dark for me
you are my brickwall which I can lean on
you are the warmth for me in the coldest nights
~I love you just the way you are...always~
041009
Sunday, September 20, 2009
SAJAK DI UJUNG RAMADHAN
Sebab, kita tak pernah rajin menghitung segala khilaf kita
seperti kita rajin membicarakan kekurangan orang lain di belakang mereka
Sebab, kita tak pernah sudi menghitung segala kebohongan kita
seperti kita sudi menyakiti hati saudara, teman, orang di sekitar kita
Sebab kita tak pernah ingin menghitung segala lalai kita
seperti kita ingin selalu lebih segalanya dari siapa saja
Ramadhan datang,
adakah hati terketuk memperbaikinya?
atau tetap saja kita masih seperti sedia kala
Ramadhan datang,
apakah telah terbersit niat menjadi lebih mulia?
atau malah bertambah kelam dosa yang kita balur ke hati kita
dan sekarang...
Bulan yang lebih dari seribu bulan itu melangkah meninggalkan kita
akankah kita manangisinya dan menyesal karena tiada berlimpah amal kita?
atau akankah kita bergembira karena telah menjelma menjadi takwa?
Mengharu biru hati ini ketika tiba di ujung Ramadhan
masih belum cukup waktu untuk menikmati khusu' shalat malam dan meraup berkah-Nya
dan sadar ada banyak dosa yang belum dicuci bersih dengan shaum dan doa
ah, andai saja setiap hari adalah Ramadhan
(masih banyak hitam yang belum kubasuh dengan tarawih dan taubat, sementara diri tidak yakin mampu menjemput Ramadhan depan)
Menangis dan meratap jiwa ketika tiba di ujung Ramadhan
takut bila tak dapat lagi bersua dengan tarawih, sahur dan berbuka nikmat-Nya
dan mengambil manfaat dari rasa lapar, dahaga dan menahan syahwat juga murka
ah, andai saja setiap malam adalah Ramadhan
(masih banyak noda yang belum kukikis dengan iktikaf dan istighfar, sementara diri semakin rapuh dan menua)
-dalam derai air mata aku berdoa-
YA RABB,
hamba bersujud di ujung Ramadhan-Mu
menangis sejadi-jadinya dalam setiap raka'at terakhir shalat hamba
ampuni hamba, YA ALLAH
ampuni semua dosa hamba yang lemah tak berdaya
hamba takut setakut-takutnya
jika tak Kau perkenankan hamba bertemu Ramadhan depan
jika tak Kau izinkan hamba menyelami lautan kenikmatan Ramadhan
YA RABB,
ampuni hamba.
ampuni hamba.
ampuni hamba.
YA RABB,
dengan bersila hamba panjatkan doa
dengan sedu dan mata berkaca-kaca dan bibir yang bergetar penuh pinta
kabulkan doa ini, YA ALLAH
kabulkan semua keinginan hamba yang teramat banyak dan manja
hamba ingin diampuni juga oleh orang-orang yang telah hamba dzalimi
orang-orang yang telah hamba sakiti
orang-orang yang telah hamba jahati
orang-orang yang telah hamba kasari
orang-orang yang telah hamba bohongi
orang-orang yang telah hamba khianati
ibu, ayah, saudara, anak dan istri
juga teman sejawat, karib kerabat
kawan dan sahabat
bahkan oleh musuh-musuh hamba
bukakan hati mereka agar dapat memaafkan segala kesalahan hamba
sebagaimana hamba telah menghapuskan segala dendam dan amarah kepada mereka
YA RABB,
hamba tak pantas mengharapkan surga untuk secuil amalan di bulan Ramadhan ini
tapi hamba tak malu meminta kepada Engkau Yang Maha Pemurah
pertemukan hamba dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya, YA RABB
agar hamba selalu dapat mengejar takwa
agar suatu ketika kelak, hamba dapat mencium tangan Rasul Muhammad
memeluknya, menatap seri wajahnya, dan menjadi jamaah shalatnya.
rindu ini begitu besar kepada manusia yang paling Engkau cinta itu, YA ALLAH
kabulkanlah...
kabulkanlah...
kabulkanlah...
(lantas jiwa merintih, tersedu sejadi-jadinya)
Mengapa telah tiba ujung Ramadhan?
Akankah manusia lemah ini diperkenankan menemuinya di lain masa?
(menangislah hati, dan nurani ditikam ketakutan teramat besar akan seberapa panjang usia)
Pontianak, Penghujung Ramadhan 1430 H.
Buat saudara dan sahabatku semua, "Mohon sudilah kiranya memaafkan segala khilafku... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H., Mohon Maaf Lahir dan Bathin... Mohon ikhlas segala perbuatanku... Semoga kita semua meraih kemenangan dan dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya... Amiiin..."
seperti kita rajin membicarakan kekurangan orang lain di belakang mereka
Sebab, kita tak pernah sudi menghitung segala kebohongan kita
seperti kita sudi menyakiti hati saudara, teman, orang di sekitar kita
Sebab kita tak pernah ingin menghitung segala lalai kita
seperti kita ingin selalu lebih segalanya dari siapa saja
Ramadhan datang,
adakah hati terketuk memperbaikinya?
atau tetap saja kita masih seperti sedia kala
Ramadhan datang,
apakah telah terbersit niat menjadi lebih mulia?
atau malah bertambah kelam dosa yang kita balur ke hati kita
dan sekarang...
Bulan yang lebih dari seribu bulan itu melangkah meninggalkan kita
akankah kita manangisinya dan menyesal karena tiada berlimpah amal kita?
atau akankah kita bergembira karena telah menjelma menjadi takwa?
Mengharu biru hati ini ketika tiba di ujung Ramadhan
masih belum cukup waktu untuk menikmati khusu' shalat malam dan meraup berkah-Nya
dan sadar ada banyak dosa yang belum dicuci bersih dengan shaum dan doa
ah, andai saja setiap hari adalah Ramadhan
(masih banyak hitam yang belum kubasuh dengan tarawih dan taubat, sementara diri tidak yakin mampu menjemput Ramadhan depan)
Menangis dan meratap jiwa ketika tiba di ujung Ramadhan
takut bila tak dapat lagi bersua dengan tarawih, sahur dan berbuka nikmat-Nya
dan mengambil manfaat dari rasa lapar, dahaga dan menahan syahwat juga murka
ah, andai saja setiap malam adalah Ramadhan
(masih banyak noda yang belum kukikis dengan iktikaf dan istighfar, sementara diri semakin rapuh dan menua)
-dalam derai air mata aku berdoa-
YA RABB,
hamba bersujud di ujung Ramadhan-Mu
menangis sejadi-jadinya dalam setiap raka'at terakhir shalat hamba
ampuni hamba, YA ALLAH
ampuni semua dosa hamba yang lemah tak berdaya
hamba takut setakut-takutnya
jika tak Kau perkenankan hamba bertemu Ramadhan depan
jika tak Kau izinkan hamba menyelami lautan kenikmatan Ramadhan
YA RABB,
ampuni hamba.
ampuni hamba.
ampuni hamba.
YA RABB,
dengan bersila hamba panjatkan doa
dengan sedu dan mata berkaca-kaca dan bibir yang bergetar penuh pinta
kabulkan doa ini, YA ALLAH
kabulkan semua keinginan hamba yang teramat banyak dan manja
hamba ingin diampuni juga oleh orang-orang yang telah hamba dzalimi
orang-orang yang telah hamba sakiti
orang-orang yang telah hamba jahati
orang-orang yang telah hamba kasari
orang-orang yang telah hamba bohongi
orang-orang yang telah hamba khianati
ibu, ayah, saudara, anak dan istri
juga teman sejawat, karib kerabat
kawan dan sahabat
bahkan oleh musuh-musuh hamba
bukakan hati mereka agar dapat memaafkan segala kesalahan hamba
sebagaimana hamba telah menghapuskan segala dendam dan amarah kepada mereka
YA RABB,
hamba tak pantas mengharapkan surga untuk secuil amalan di bulan Ramadhan ini
tapi hamba tak malu meminta kepada Engkau Yang Maha Pemurah
pertemukan hamba dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya, YA RABB
agar hamba selalu dapat mengejar takwa
agar suatu ketika kelak, hamba dapat mencium tangan Rasul Muhammad
memeluknya, menatap seri wajahnya, dan menjadi jamaah shalatnya.
rindu ini begitu besar kepada manusia yang paling Engkau cinta itu, YA ALLAH
kabulkanlah...
kabulkanlah...
kabulkanlah...
(lantas jiwa merintih, tersedu sejadi-jadinya)
Mengapa telah tiba ujung Ramadhan?
Akankah manusia lemah ini diperkenankan menemuinya di lain masa?
(menangislah hati, dan nurani ditikam ketakutan teramat besar akan seberapa panjang usia)
Pontianak, Penghujung Ramadhan 1430 H.
Buat saudara dan sahabatku semua, "Mohon sudilah kiranya memaafkan segala khilafku... Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 H., Mohon Maaf Lahir dan Bathin... Mohon ikhlas segala perbuatanku... Semoga kita semua meraih kemenangan dan dipertemukan dengan Ramadhan-Ramadhan berikutnya... Amiiin..."
Subscribe to:
Posts (Atom)